Saturday, October 30, 2010

kepemimpinan, pengertian kepemimpinan, teori kepemimpinan


KEPEMIMPINAN

1. Pengertian Kepemimpinan

Pengertian kepemimpinan, antara lain :

ü Kepemimpinan adalah “pengaruh tambahan yang melebihi dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan organisasi secara rutin” (D. Katz & Kahn, 1978)

ü Kepemimpinan adalah “proses mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisi untuk mencapai sasaran” (Rauch & Behling, 1984)

ü kepemimpinan adalah “proses untuk membuat orang memahami manfat bekerja bersama orang lain, sehingga mereka paham dan mau melakukannya” (Drath & Palus, 1994)

ü Kepemimpinan adalah “kemampuan idividu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan kenerhasilan organisasi…” (House et. Al., 1999).

ü Kreiner menyatakan bahwa leadership adalah proses mempengaruhi orang lain yang mana seorang pemimpin mengajak anak buahnya secara sekarela berpartisipasi guna mencapai tujuan organisasi

Cakupan Proses Kepemimpinan

Pemimpin mempengaruhi:

J Pilihan tujuan dan strategi yang ingin dicapai

J Motivasi anggota untuk mencapai tujuan tersebut

J Rasa saling percaya dan bekerja sama antar anggota

J Pembelajaran dan pembagian pengetahuan baru antar anggota

2. Teori Perangai Kepemimpinan (Traits Theory)

Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial.

3. Teori Perilaku Pribadi (Behavioral Theory)

Jika kita cermati, satu-satunya penemuan yang konsisten dan agak kuat dari teori perilaku ini adalah bahwa para pemimpin yang penuh perhatian mempunyai lebih banyak bawahan yang puas.

J Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin pada dasarnya mengarah pada dua kategori yaitu, consideration (yang berorientasi pada manusia) dan Initiating structure (yang berorientasi pada tugas).

J Hasil penelitian dari Michigan University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin memiliki kecenderungan berorientasi kepada bawahan dan berorientasi pada produksi/hasil.

J Sementara itu, model leadership continuum dan Likert’s Management Sistem menunjukkan bagaimana perilaku pemimpin terhadap bawahan dalam pembuatan keputusan.

J Pada sisi lain, managerial grid, perilaku pemimpin pada dasarnya terdiri dari perilaku yang pusat perhatiannya kepada manusia dan perilaku yang pusat perhatiannya pada produksi.


v Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain:

Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait.

Gaya kepemimpinan lebih fleksibel; pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan.

Tidak ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi

4. Teori Situasional

Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.

z Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang.

1) Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan.

2) Karakteristik pekerjaan : tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya.

3) Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya.

4) Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya.

5. Kepemimpinan Transformasional

Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa. Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.Beberapa contoh pemimpin transformational Lee Lacoca, Jack Welch.

Burns dan Bass telah menjelaskan kepemimpinan transformasional dalam organisasi Pemimpin transformasional membuat para pengikut menjadi lebih peka terhadap nilai dan pentingnya pekerjaan dan menyebabkan para pengikut lebih mementingkan organisasi. Hasilnya adalah para pengikut merasa adanya kepercayaan dan rasa hormat terhadap pemimpin tersebut, serta termotivasi untuk melakukan sesuatu melebihi dari yang diharapkan darinya.

6.Beberapa Faktor yang Mempengaruhi

1. pengikut atau bawahan

2. atasan

3. situasi

KESIMPULAN :

Kepemimpinan telah didefinisikan dengan banyak cara, tetapi sebagian besar definisi berasumsi bahwa kepemimpinan melibatkan proses berpengaruh yang berkaitan dengan memudahkan kinerja tugas yang kolektif. Beberapa pakar berpendapat bahwa memimpin dan mengelola harus dipandang sebagai peran atau proses yang berbeda, tetepi dari beberapa definisi ini tidak ada yang mencakup bagaimana prose situ terjadi dan bagaimana proses itu saling berhubungan. Untuk itu tidak ada define yang paling “benar”.

Kriteria yang dipakai dalam mengevaluasi efektivitas kepemimpinan itu berbeda-beda dalam hal penting, termasuk secepat apakah pengaruhnya dan apakah pengaruh itu subyektif atau obyektif.

REFERENSI:

1.Gary, Yukl. Eli Tanya, Kepemimpinan dalam Organisasi, Edisi ke-5, cet.1

2.Buku karangan T. Hani Handoko, Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada

3.Internet

No comments:

Post a Comment