Saturday, October 30, 2010

pengertian hakikat manusia, hakikat pendidikan, pendidikan

HAKIKAT MANUSIA

- Pengertian Hakikat Manusia

Menurut berbagai sumber

1. Aliran hindu :manusia adalah makhluk atman (makhluk yang langsung datang dari Tuhan)

2. Aliran Budha :manusia adalah makhluk sengsara

3. Pemikir kuno :manusia adalah makhluk manifestasi yang sempurna dari Tuhan

4. Socrates :hakikat manusia terletak pada budi pekertinya

5. Aliran humanisme :manusia adalah makhluk menyeluruh antara ragawi dan rohani

6. Spinosa :hakikat manusia sama dengan hakikat Tuhan dan alam semesta

7. Aliran biologi :manusia adalah perwujudan ragawi

8. Ahli psikologi :manusia adalah perwujudan aktivitas ruhani

9. Pandangan islam :manusia itu merupakan paduan yang menyeluruh antara akal,ruh,emosi dan nafsu

ada beberapa deskripsi manusia menurut pandangan islam

a. manusia berasal dari segumpal darah

b. manusia sebagai khalifah

c. manusia merupakan makhluk individu dan social

d. manusia memiliki motivasi,kebutuhan dan nafsu

e. manusia memiliki ruh,bathin dan ragawi

f. watak manusia itu luwes dan fleksibel

Pandangan dari segi agama, Islam, Kristen, dan Katolik menolak pandangan hakekat manusia adalah jasmani dengan teori evolusi. Tetapi, hakekat manusia adalah paduan menyeluruh antara akal, emosi dan perbuatan. Dengan hati dan akalnya manusia terus menerus mencari kebenaran dan dianugerahi status sebagai khalifah Allah.

Hakekat manusia adalah sebagai berikut :

a. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

b. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan social yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif sehingga mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.

c. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai selama hidupnya.

d. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati

e. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas

f. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.

g. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

Alasan mempelajari hakikat manusia adalah sebagai berikut:

1.Supaya mengerti hikmah di balik manusia

2.Mewujudkan tujuan Institusional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa

3.memahami bagaimana memperlakukan manusia lain

A. Pengertian tentang Manusia

- Menurut Agama

1. Kepustakaan hindu (Ciwa) menyatakan bahwa atman manusia datang langsung dari Tuhan (Bathara Ciwa) dan sekaligus menjadi penjelmaannya.

2. Kepustaan agama Budha menggambarkan bahwa manusia adalah mahluk samsara, merupakan wadah dari the absolute yang hidupnya penuh dengan kegelapan.

Untuk itu yg perlu diutamakan adalah sikap teladan dari orang tua, guru dan pendidik lainnya kemudahan fasilitas yang memadai.Demikian pula halnya di sekolah dan di masyarakat yang religius.

Manusia adalah mahluk monodualis ciptaan Tuhan yang dikaruniai status sebagai Khalifah Allah di atas bumi. Manusia adalah mahluk religius yang dianugerahi ajaran-ajaran yg dipercayainya yang didapatkan melalui bimbingan nabi demi kemaslahatan dan keselamatannya. Manusia sebagai mahluk beragama mempunyai kemampuan menghayati pengalaman diri dan dunianya menurut agama masing-masing.Pemahaman agama diperoleh melalui pelajaran agama, sembahyang, doa-doa maupun meditasi, komitmen aktif & praktek ritual. Manusia utuh hubungannya dg Tuhan, Jauh dekatnya hubungan ditandai dengan tinggi rendahnya keimanan dan ketaqwaan manusia yang bersangkutan. Di dalam masyarakat Pancasila, meskipun agama dan kepercayaan yang dianutnya berbeda-beda, diupayakan terciptanya kehidupan beragama yang mencerminkan adanya saling pengertian, menghargai, kedamaian, ketentraman, & persahabatan. Sementara suatu pihak ada yg lebih mengutamakan terciptanya suasana penghayatan keagamaan lebih dari pengajaran keagamaan.

Hakikat Pendidikan

- Menurut Pakar Pendidikan

· Langeveld

Konsep pendidikan menurut Langeveld adalah suatu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa terhadap anak yang belum dewasa.

Mendidik adalah proses mempengaruhi anak dalam upaya membimbing supaya menjadi manusia dewasa.

Pelaku pendidikan ada 2:

1. Pendidik

2. Peserta didik

Menurut Langeveld Konsep Pendidikan diperlukan karena:

1. Pendidikan berlangsung seumur hidup (long live education).

2. Karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga,masyarakat dan pemerintah

3. Pendidikan itu wajib hukumnya.

4. Pendidikan hanya berlaku untuk manusia.

· Prof. Dr. HAR Tilaar Msc.Ed

Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc., Ed., mengemukakan 10 kecenderungan pengembangan megatrend Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional, adalah undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur system pendidikan) :

1. Pendidikan Dasar

2. Kurikulum

3. Proses belajar mengajar

4. Tenaga pendidik

5. Pendidikan, pelatihan, dan tenaga kerja

6. Pendidikan Tinggi

7. Pendidikan berkelanjutan

8. Pembiayaan pendidikan

9. Desentralisasi pendidikan dan partisipasi masyarakat

10. Manajemen pendidikan

Fungsi umum Sisdiknas, meliputi dua kategori politik dan kebudayaan

a. Kategori Politik

Menekankan kepada pertumbuhan nasionalisme yang sehat pada setiap sikap dan cara berfikir anak Indonesia. Erat kaitannya dengan nasionalisme yang sehat ialah fungsi budaya pendidikan nasional, tumbuhnya rasa bangga atas kepemilikan suatu budaya nasional sebagai suatu identitas bangsa.

b. Kategori kebudayaan

Dalam kategori ini ditekankan tentang pembudayaan nilai-nilai nasional termasuk inti kebudayaan daerah.

Fungsi khusus Sisdiknas, meliputi dua dimensi, yaitu dimensi teknis dan dimensi pembangunan

a. Fungsi dimensi teknis

dimensi ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan anak luar biasa, anak cerdas, pendidikan keluarga, hak-hak peserta didik, anak cacat, dan pentingnya bahasa daerah bagi pembentukan intelek serta kepribadian peserta didik.

b. Dimensi pembangunan

dimensi ini meliputi kaitan pendidikan dengan lingkungan sosial, pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, biaya ditanggung oleh bersama antara pemerintah dan mesyarakat.

· Umar Tirtarahardja

Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk memenuhi dan menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Potensi kemanusiaan merupakan benih kemungkinan untuk menjadi manusia.

Pada umumnya sifat manusia dengan segenap dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipil dunia hewan dan dunia manusia”, demikianlah yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Umar tirtarahardja.

Semua sifat hakikat manusia pada umumnya dapat dan harus ditumbuhkan kembangkan melalui pendidikan terutama pada usia dini. Karena umumnya manusia pada usia dini lebih mudah menerima didikan dari pada usia lain, pendidikan itu penting bagi setiap manusia sebagai sarana untuk menjadikan seorang manusia itu sebagai manusia yang seutuhnya, terutama pendidikan yang ditumbuh kembangkan secara selaras dan berimbang.Sifat hakikat manusia dapat diartikan sebagai ciri, karakteristik, yang secara prinsipal membedakan manusia dengan hewan atau makhluk lainnya. Meskipun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologisnya.

· Prof. Dr. Sudijarto MA

Peran seorang guru dan agen perubahan yang dituntut untuk mengubah poa fikir manusia, agar enjadi yang lebih baik dan manusiawi. Lebih befikiran terbuka.

Selain pendapat dari pakar pendidikan di atas,ada juga beberapa pendapat yang lain diantaranya:

1. Pendapat kaum pemikir kuno yang bercampur dengan mistik menyatakan bahwa manusia adalah manifestasi yang paling komplit dan paling sempurna dari Tuhan Yang Maha Esa, intisari dari semua mahluk yang memiliki kecerdasan.

2. Filosof Socrates menyatakan bahwa hakekat manusia terletak pada budinya yang memungkinkan untuk menentukan kebenaran dan kebaikan. Plato dan Aristoteles menyatakan hakikat manusia terletak pada pikirnya.

3. Tokoh Dunia Barat melanjutkan pendapat Plato & Aristoteles tentang hakekat kebaikan manusia yg selanjutnya bergeser ke pandangan humanistik yg menyatakan manusia merupakan kemenyuluruhan dari segala dimensinya.

(1), Spinoza berpandangan pantheistik menyatakan hakekat manusia sama dengan Tuhan dan sama pula dengan hakekat alam semesta.

(2), Voltaire mengatakan hakekat manusia sangat sulit untuk diketahui dan butuh waktu yang sangat panjang untuk mengungkapkannya.

4. Notonagoro mengatakan manusia pada hakekatnya adalah mahluk mono-dualis yang merupakan kesatuan dari jiwa dan raga yang tak terpisahkan.

5. Para ahli biologi memandang hakekat manusia titik beratnya pada segi jasad, jasmani, atau wadah dengan segala perkembangannya. Pandangan ini dipelopori oleh Darwin dengan teori evolusinya.

6. Para ahli psikologi sebaliknya menyatakan bahwa hakekat manusia adalah rokhani, jiwa atau psikhe.

7. William Stern berpendapat bahwa hakekat manusia merupakan paduan antara jasmani dan rokhani.

- Menurut Pancasila

Pancasila memandang hakekat manusia memiliki sudut pandang yg monodualistik & monopluralistik, keselarasan, keserasian, dan keseimbangan, integralistik, kebersamaan dan kekeluargaan.

Konsep manusia Indonesia seutuhnya dikembangkan atas pandangan hidup bangsa Indonesia yakni Pancasila, yang menganut paham integralistik disesuaikan dengan struktur social masyarakat Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Dengan pandangan hidup Pancasila, pengembangan manusia Indonesia seutuhnya diusahakan agar hidup selaras, serasi dan seimbang dalam konteks hubungan manusia dengan ruang lingkupnya.

Sesuai dengan dasar pengendalian diri dalam mengejar kepentingan, pribadi, maka manusia Indonesia yang mendasarkan diri pada pandangan hidup Pancasila dalam mewujudkan tujuan hidupnya, memiliki kesadaran bahwa setiap gerak arah & cara-cara melaksanakan tujuan hidupnya senantiasa dijiwai oleh Pancasila.

B. Mengapa Manusia Harus Dididik?

Usaha pengembangan hakekat manusia dalam dimensi keindividuan, kesosialan, kesusilaan, & keberagamaan berangkat dari anggapan dasar bahwa manusia secara potensial memiliki semua dimensi tersebut, yang memungkinkan dan harus dapat dikembangkan secara bertahap, terarah dan terpadu melalui pendidikan, sehingga dapat menjadi aktual.

Pengembangannya sebagai peserta didik diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan keluarga, sekolah, & masyarakat pengembangan self extence menyangkut aspek jasmani-rohani, cipta-rasa-karsa sebagai dimensi keindividuan.

Pengembangan dimensi tersebut harus dimulai sejak di keluarga, sekolah dan masyarakat, untuk itu nilai/norma/kaidah yang berlaku didalam keluarga juga perlu dijunjung tinggi di sekolah dan masyarakat.

Pada hakekatnya manusia itu adalah animal educable (binatang yang dapat dididik) ,animal educandum (binatang yang harus dididik) dan homo educandus( makhluk yang dapat mendidik) . Dari hakekat ini jelas bahwa pendidikan itu merupakan keharusan mutlak bagi manusia. Oleh karena itu mengapa manusia perlu dididik maka dapat ditinjau dari berbagai aspek.

Bayi/anak-anak mula-mula yang paling berperan adalah dari segi fisik, yang dalam perkembangannya ditentukan oleh dua faktor yaitu maturation (kematangan) dan learning (belajar). kemudian segi rohani berganti memegang peranan penting.

Ditinjau dari sisi lain hakekat manusia adalah sebagai makhluk indifidu dan sosial makhluk dunia dan akhirat, terdiri dari unsur jiwa dan raga yang diciptakan oleh tuhan lewat hubungan orang tua untuk hidup bersama secara sah lewat pernikahan, maka orang tua harus mendidik anak-anaknya secara bertanggung jawab.

Faktor dari dalam yang mempengaruhi perkembangan manusia meliputi semua potensi yang dibawa sejak lahir, potensi ini tetap terpendam apabila tidak dikembangkan melalui pendidikan,inipun juga tergantung dari kemauan(aktivitet).Faktor dari luar yang dapat mempengaruhi perkembangan manusia yaitu lingkungan alam.Artinya lingkungan anak dengan anak ,anak dengan orang dewasa, orang dewasa dengan orang dewasa yang saling berinteraksi.Lingkungan budaya berupa sopan santun,TV,majalah, dll.serta lingkungan alam secara geografisnya, namun karena perkembangan iptek pengaruh lingkungan alam dapat diatasi.

C. Kapan Pendidikan Dimulai dan Kapan Berakhir?

Pendidikan dimulai pada usia dini. Dimulai dengan fase anak-anak ketika sudah dapat berbicara. Pendidikan meningkat seiring dengan meningkatnya usia manusia.

Akhir pendidikan susah untuk ditentukan, ada yang beranggapan setelah daya ingat manusia berkurang seiring dengan menurunnya daya fikir manusia. Atau umur tertentu misalnya 30 tahun atau 40 tahun. Tapi sebenarnya untuk hal pendidikan itu, tidak ada batasan usia, baik untuk pendidikan formal ataupun informal. Contohnya para professor yang umurnya sudah dikatakan tidak muda lagi mereka masih tetap mendidik dan mencari ilmu. Juga anak-anak yang selalu ingin tahu,itu semua adalah proses pendidkan.

D. Kesimpulan

Pada umumnya sifat manusia dengan segenap dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipil dunia hewan dan dunia manusia,oleh Prof. Dr. Umar tirtarahardja.

Semua sifat hakikat manusia pada umumnya dapat dan harus ditumbuhkan kembangkan melalui pendidikan terutama pada usia dini. Karena umumnya manusia pada usia dini lebih mudah menerima didikan dari pada usia lain, pendidikan itu penting bagi setiap manusia sebagai sarana untuk menjadikan seorang manusia itu sebagai manusia yang seutuhnya, terutama pendidikan yang ditumbuh kembangkan secara selaras dan berimbang.Sifat hakikat manusia dapat diartikan sebagai ciri, karakteristik, yang secara prinsipal membedakan manusia dengan hewan atau makhluk lainnya. Meskipun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologisnya.

No comments:

Post a Comment