Saturday, February 23, 2013

Bisnis Internasional

PENDAHULUAN

            Coba anda pikirkan sejenak beberapa banyak produk yang anda gunakan saat ini yang berasal dari luar negeri. Mungkin anda minum kopi Brasil ketika anda makan pagi, mamakai pakaian buatan India atau Malaysia, berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil Jerman atau Jepang berbahan bakar bensin yang merupakan hasil penyulingan minyak mentah Venezuela serta menonton televisi Sony buatan Jepang yang dirakit di Meksiko. Mahasiswa di Perancis mungkin menggunakan komputer IBM atau Compaq serta minum Coca Cola. 
Mengapa hal tersebut dapat terjadi, karena adanya saling ketergantungan ekonomi meningkat di seluruh dunia seiring dengan pencarian pasar tambahan bagi barang dan jasa perusahaan serta pencarian lokasi fasilitas produksi dengan biaya yang rendah. Dulu bisnis hanya mengandalkan pada penjualan di pasar domestik saja. Sekarang penjualan ke luar negeri menjadi hal yang penting bagi pabrik-pabrik Amerika Serikat, perusahaan berbasis pertanian serta perusahaan jasa untuk menyediakan pasar baru dan kesempatan meraih laba. 
Ketika pasar domestik mengalami kejenuhan dan pertumbuhan penjualan mulai melambat, perusahaan di semua industri menyadari semakin pentingnya usaha-usaha untuk mengembangkan bisnis di negara lain. Sebagai contoh, McDonald telah membuka restoran di Amerika Latin, Nike merancang sepatu sepak bola untuk mayarakat Brasil dan Wal-Mart menggoda para pembeli Cina melalui berbagai barang dagangan yang dapat dibeli dengan harga diskon. Beberapa contoh perusahaan tersebut dan juga perusahaan Amerika lainnya mengambil keuntungan dari minat yang ditunjukkan oleh masyarakat luar negeri terhadap barang dan jasanya. Demikian juga, pasar Amerika serikat dengan daya beli terbesar di dunia mampu menarik ribuan perusahaan asing untuk pergi ke daratan Amerika. Populasi yang besar, sumber penghasilan yang banyak serta standar hidup yang terus meningkat telah menambah daya tarik negara sebagai sasaran kegiatan ekspor dan impor Amerika. 



PEMBAHASAN
1.      Definisi Bisnis Internasional
Bisnis Internasional adalah bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Kegiatan-kegiatannya tidak hanya perdagangan internasional dan pemanufakturan di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang-bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar, dan komunikasi massa.
Dalam kaitannya dengan Bisnis Internasional adalah istilah-istilah mengenai Multinasional/Multidomestik/Multilokal, global, dan transnasional. Perusahaan global dan perusahaan multinasional ( Multinational Coorporation, MNC ) mencoba mencapai economies of scale melalui integrasi global bidang-bidang fungsional, sementara pada saat yang sama menjadi sangat tanggap terhadap perbedaan lingkungan-lingkungan lokal (perusahaan multinasional), di mana perusahaan global memberikan respons secara lemah terhadap lingkungan-lingkungan lokal.
Sebuah perusahaan global yaitu sebuah organisasi yang berupaya untuk: 
·      membakukan dan memadukan operasi-operasi di seluruh dunia dalam semua bidang fungsional,
·      memiliki kehadiran pasarnya di seluruh dunia,
·      operasi-operasi yang distandarisasikan di seluruh dunia dalam satu atau lebih bidang-bidang fungsional perusahaan,
·      memajukan operasi-operasinya di seluruh dunia. 
Namun pelaku bisnis biasanya mendefinisikan perusahaan transnasional sebagai perusahaan yang dibentuk oleh suatu merger (penggabungan badan usaha) dari dua perusahaan yang kurang lebih berukuran sama yang berasal dari dua negara yang berbeda (Ball, 2001). Contoh empat di antara yang terbesar adalah Unilever (Belanda-Inggris), Shell (Belanda-Inggris), Pharmasia & Upjohn (Swedia-Amerika), dan ABB (Swedia-Swiss).Binasional adalah nama lain yang diberikan kepada jenis perusahaan ini.

2.      Hakikat Bisnis Internasional
Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Trade) ada juga yang menyebutnya sebagai Pemasaran Internasional atau International Marketing.
Dilain pihak transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam suatu negara dengan perusahaan lain atau individu di negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional , meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi bisnis Internasional yaitu :
a.       Perdagangan Internasional (International Trade)
Perdagangan internasional adalah proses tukar menukar yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing Negara. Adapun motifnya adalah memperoleh manfaat perdagangan atau gains of tride.
Manfaat Perdagangan Internasional:
1.      Saling mendapat petukaran tehnologi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi,
2.      Menjalin persahabatan,
3.      Dapat membuka lapangan pekerjaan,
4.      Dapat menambah jumlah dan kualitas barang,
5.      Meningkatkan penyebaran sumber daya alam melalui batas Negara.
b.      Pemasaran Internasional (International Marketing)
       Pemasaran Internasional dianggap memiliki peranan penting dalam memberikan jawaban dan antisipasi positif terhadap sejumlah isu global yang dinamis. Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai bisnis Internasional ( International Busines ) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain , perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor.

3.      Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional
Alasan negara melakukan perdagangan internasional adalah:
1.      Berkaitan dengan masalah mobilitas faktor produksi. Mobilitas mengandung arti suatu pergerakan, sehingga yang dimaksud disini adalah pergerakan faktor produksi dari suatu negara kenegara lain.
2.      Masalah batas-batas negara yang berdaulat.
3.      Masalah transport cost.

4.      Alasan Keterlibatan dalam Bisnis Internasional
Alasan bagi suatu negara yang ingin terlibat ke dalam bisnis Internasional, antara lain:
1.      Bisnis Internasional merupakan hal yang vital bagi suatu bangsa dan aktivitas bisnisnya karena bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Laju rata-rata pertumbuhan negara-nagara berkembang yang melakukan bisnis Internasional adalah 4,5 persen setiap tahunnya bandingkan persentase tersebut dengan laju rata-rata 1 persen setiap tahunnya dari negara-negara yang membatasi bisnis dengan negara lain. Hal yang sama juga dialami oleh negara-negara industri dimana mereka yang melakukan bisnis internasional akan mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata 2,3 persen setahun. 
2.      Selain itu, perusahaan di suatu negara yang melakukan bisnis internasional dapat memperluas pasarnya,
3.      mencari peluang untuk berkembang di negara lain,
4.      mengurangi ketergantungan ekonomi di negara asalnya
5.      serta mencapai produksi dan distribusi yang ekonomis.
            General Motor Corp, seiring dengan penurunan pangsa pasar kendaran ringan di Amerika telah mengalihkan penjualannya ke luar negeri untuk model-model seperti Opel Corsa. Rata-rata dalam setahun perusahaan yang dipimpin oleh Smith ini menjual 800.000 Corsa kepada para pengemudi di 75 negara. GM sedang menerapkan strategi empat pabrik senilai $2,2 miliar untuk usahanya di Argentina, Polandia, Cina dan Thailand guna mengambil keuntungan dari peluang penjualan di negara-negara tersebut. Pabrik-Pabrik baru ini menggambarkan ekspansi internasional terbesar dari perusahaan tersebut. Dengan mengkonsentrasikan investasinya di negara-negara berkembang, GM bermaksud mewujudkan keadaan dimana 50 persen dari kapasitas produksinya berada di luar Amerika Utara.

5.      Cara Keterlibatan dalam Bisnis Internasional
Bagaimana cara suatu perusahaan untuk terlibat dalam bisnis internasional? Berikut akan kami jelaskan caranya, antara lain:
1.      Dasar Pemilihan Pasar Tujuan 
Meskipun perluasan ke pasar luar negeri menawarkan peluang peningkatan laba dan pemasaran, namun hal itu juga menghadapi kompleksitas baru pada operasi bisnis perusahaan. Sebelum mengambil keputusan untuk memasuki pasar global, suatu perusahaan menghadapi sejumlah keputusan penting sebagai berikut:
Ø  Menetapkan pasar luar negeri mana yang akan dimasuki 
Ø  Menganalisis pengeluaran yang dibutuhkan untuk memasuki pasar baru 
Ø  Menentukan cara terbaik untuk mengorganisasi operasi lintas negara. 
Persoalan-persoalan tersebut bervariasi kepentingannya tergantung pada tingkat keterlibatan yang dipilih oleh perusahaaan. Sebagai contoh, pendidikan dan latihan kerja di negara tuan rumah akan menjadi lebih penting bagi suatu bank yang berencana membuka cabangnya di luar negeri atau pengusaha elektronik yang membangun pabriknya di Asia ketimbang perusahaan yang hanya berencana untuk mengekspor produk buatan Amerika. 
Pilihan tentang pasar mana yang akan dimasuki biasanya mengikuti penelitian yang mendalam berfokus pada permintaan lokal atas produk-produk perusahaan serta kemampuan tenaga kerja lokal untuk memproduksi dengan standar kualitas internasional. Faktor-faktor lainnya adalah persaingan yang ada dan mungkin terjadi, tingkat tarif, stabilitas mata uang, hambatan investasi dan bahkan kemungkinan korupsi di pelayanan pabean.

2.      Tingkat Keterlibatan
 Setelah perusahaan menyelesaikan penelitiannya dan memutuskan untuk memasuki pasar luar negeri, kemudian dapat memilih strategi cara memasuki pasar luar negeri berdasarkan tingkat keterlibatannya dalam bisnis internasional antara lain: 
Ø Mengekspor atau mengimpor
Ø Terlibat ke dalam persetujuan yang bersifat kontraktual seperti franchise ,lisensi dan perjanjian subkontrak. 
Ø Investasi langsung di pasar luar negeri melalui akusisi, joint venture atau pembukaan divisi luar negeri 
Meskipun Risiko perusahaan meningkat seiring dengan tingkat keterlibatannya seluruh pengendaliannya atas semua aspek produksi serta penjualan barang dan jasa juga ikut meningkat. Perusahaan seringkali menggabungkan lebih dari satu strategi tersebut di atas dalam satu negara. Di Brasil, Wal-Mart memiliki lima toko pengecer tetapi tergantung pada kontraknya dengan pengusaha truk atau pemasok untuk mengirimkan sebagian besar dari barang-barang impor ke toko-toko tesebut. 

6.      Tahapan dalam Memasuki Bisnis Internasional
Tahap-tahap dalam memasuki bisnis internasional sebagai berikut :
a)         Ekspor Insidentil (Incident At Export)
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
b)        Ekspor Aktif (Active Export)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
c)         Penjualan Lisensi (Licencing)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
d)        Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.
Beberapa contoh kongkrit dari bentuk ini adalah KFC (Kentucky Fried Chiken), Mc Donalds, California Fried Chiken dan sebagainya. Bentuk ini pada saat ini berkembang tidak saja antarnegara akan tetapi saat ini juga terdapat bentuk-bentuk franchise yang terjadi di dalam suatu negara itu sendiri.
Sebagai contoh untuk Indonesia adaIah Es Teler 77, Ayam Goreng NY. Suharti, Hero Supermarket dan lain sebagainya. Bentuk Franchise yang pada saat ini populer di negeri kita dan juga di negara lain dan banyak dilaksanakan di dalam negeri sendiri antar perusahaan domestik ini memiliki beberapa kebaikan yang antara lain :
a. Manajemen sistem yang sudah teruji.
b. Memiliki nama yang sudah terkenal.
c. Performance record yang sudah mapan untuk alat penilaian.
Sebaliknya bentuk ini juga memiliki kejelekan yaitu :
a. Biaya tinggi untuk menrlapatkan Franchise
b. Keputusan bisnis akan dibatasi oleh Francilisor
c. Sangat dipengaruhi oleh kegagalan dari bentuk Franchise lain.
Apabila terdapat kegagalan yang satu akan timbul anggapan bahwa bentuk franchise yang lain pun jelek juga.
e)         Pemasaran Di Luar Negeri
Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar negeri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) haruslah betul-betul secara aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country). Lain dengan tahap-tahap sebelumnya maka manajemen pemasaran masih tetap berada dalam tanggung jawab dari perusahaan di negara penerima. Dalam hal itu maka perusahaan itu akan mengetahui lebih pasti tentang perilaku konsumennya yang tidak lain dan tidak asing baginya karena mereka adalah juga orang-orang setempat atau penduduk setempat pula. Lain halnya dalam tahap ini maka pengusaha pendatang yang nota bene adalah orang asing harus mampu untuk mengetahui perilaku serta kebiasaan yang ada di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-program pemasaran yang efektif. Tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “Pemasaran Aktif” atau “Active Marketing”.
f)         Produksi Dan Pemasaran Di Luar Negeri (Total International Business)
Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu tahap “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Tahap ini juga disebut sebagai “Total International Business”. Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing itu lengkap dengan segala modalnya, Ialu melakukan proses produksi di negeri itu, kemudian menjuaI hasil produksinya itu di negeri itu juga dan bahkan mungkin lalu dijualnya ke negara asing lagi sebagai ekspor dari negeri penerima tersebut. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut yang pada umumnya negara berkembang masih miskin dana untuk pembangunan bangsanya.
7.      Hambatan dalam Memasuki Bisnis Internasional
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestik. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat terlaksananya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1.      Batasan perdagangan dan tarif bea masuk : Tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor.
2.      Perbedaan bahasa, sosial budaya/cultural : Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional , hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis.
3.      Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan : Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut.Ketentuan hukum ataupun perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional.
4.      Hambatan operasional : Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain.
8.        Hukum Internasional
Sebelum membahas mengenai kekuatan hukum Internasional, penting untuk diketahui bahwa masing-masing negara yang berdaulat bertanggung jawab untuk menciptakan dan menegakan hukum diwilayah yurisdiksinya. Ketika hukum melintasi perbatasan internasional, masalah penegakan hukum diperumit oleh kebutuhan akan adanya persetujuan antarnegara. Hukum internasional dibagi menjadi dua:
1.         Hukum Internasional Publik, yaitu meliputi hubungan hukum antar pemerintah yang mencakup hukum mengenai hubungan diplomatik antarnegara dan seluruh persaoalan yang melibatkan kewajiban dan hak dari negara-negara yang berdaulat.
2.         Hukum Internasional Privat, yaitu mencakup hukum yang mengatur transaksi dari para individu dan perusahaan yang melintasi perbatasan internasional. Sebagai contoh, hukum Internasional swata akan mencakup permasalahan yang terkait dengan kontrak antarperusahaan didua negara yang berbeda.
Sumber hukum Internasional berasal dari beberapa sumber yaitu pakta multilateral dan bilateral antarnegara. Pakta adalah perjanjian antarnegara bisa bersifat bilateral atau multilateral disebut sebagai konvensi, perjanjian, persetujuan atau protokol. Sumber hukum lainnya adalah hukum adat internasional.

9.        Kekayaan Intelektual
Adalah paten, merek dagang, nama dagang, hak cipta, dan rahasia dagang yang seluruhnya dihasilkan dari penggunaan kepandaian seseorang.
a.         Paten, adalah pengakuan dari pemerintah yang memberikan kepada penemu dari suatu produk atau proses hak eksklusif untuk memproduksi, mengeksploitasi, menggunakan dan menjual penemuan.
b.         Merek dagang dan Nama dagang, adalah  desain dan nama yang terdaftar secara resmi.
c.         Hak cipta, adalah hak eksklusif yang sah dari pengarang, komposer, artis dan penerbit untuk menjual dan memplubikasikan karya mereka.
d.        Rahasia dagang, adalah informasi yang ingin dirahasiakan oleh perusahaan.

PENUTUP

Kesimpulan,
            Bisnis Internasional sudah banyak terjadi di zaman saat ini. Dunia yang semakin maju dan tenknologi informasi yang semakin pesat mendorong meningkatnya perdangangan internasional. Hambatan-hambatan ataupun sekat yang ada semakin tak terasa saat ini, wilayah suatu negara yang jauh sekalipun dapat terjangkau dengan cepat. Perubahan itu dirasakan dengan cepat dan setiap negara harus siap untuk menerima perubahan tersebut. Karena kebutuhan masyarakat dunia yang semakin tinggi menjadi faktor pendorong untuk melakukan bisnis internasional. Banyak keuntungan yang dapat diterima dari bisnis internasional dan manfaat ini dirasakan oleh tiap-tiap negara. Kesejahteraan penduduk suatu negara dapat menjadi tolak ukur dari produk yang dikonsumsi. Karena mayoritas barang produk luar negeri lebih berkualitas, sebab untuk menembus pasar internasional harus memiliki produk yang mampu bersaing di pasar internasional.

2 comments:

  1. Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi
    hingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun
    profit,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsasian.com
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
    3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
    4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
    5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL
    Indonesia dan banyak lagi yang lainya
    Buka akun anda di fbsasian.com
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : fbs2009

    ReplyDelete
  2. FBS IndonesiaBroker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : FBSID007

    ReplyDelete